I Fail Again, Seems like there is no right answer

Baru kemarin gua mutusin kalau gua bakal fokus ke satu bidang saja dan mengabaikan yang lain, sekarang gua malahan jatuh

Storynya udah gua tuliskah di sini? Belum kah… kayaknya tujuan blog ini udah berubah cuma buat jadi tempat nulis kegalauan gua aja

Jadi ceritanya di bulan akhir semester 2 kelas X gua(Di hari pengumuman juara), gua dan juara 1-5 MIA 1, MIA 2 kelas X dan XI akan diikutkan yang namanya lomba Bali pintar

Gua dapet juara umum 2 semester 2 ini, yang mana udah bikin gua down banget padahal semester 1 gua juara umum 1

Dan akan dilakukan pelatihan di saat libur satu bulan, gua udah ikut semua pelatihannya(Kurang dari 7 hari, 4 hari kayaknya termasuk pelatihannya yang dibatalin) tapi saat itu gua merasa kalau penyebab kegagalan gua itu adalah kurang fokusnya gua

gua itu adalah orang yang cerdas, pinter di banyak bidang punya potensi di sana sini… at least that what I thought

And the problem was… eaps was… that the more potention I have, the more spread out my focus became

contohnya adalah gua pinter(punya potensi besar) di bidang akademik, gua juga pinter di bidang komputer, programming, teknologi, desain dan film making

di akademik gua pinter di bidang fisika, biologi, kimia, geografi, tik, matematika… dan karena gua merasa penyebab kegagalan gua di semester 2 adalah kurangnya fokus gua(yang menyebabkan kemalesan gua juga) jadi gua memutuskan hanya fokus ke bidang IT di semester 3 ini

terbukti dengan gua yang memberanikan ikut lomba poster digital 7 agustus lalu. Dan hasil posternya itu bagus, menurut gua probadi sih(Pengumumannya tanggal 29 Agustus nanti)… gua merasa PD kalau gua udah memilih jalan yang benar, yaitu dengan memfokuskan diri ke IT aja, gua bakal lebih berprestasi disini gua merasakan A MOMENT OF RISES

Moment rises kecil ini, setelah gua pikir sekarang saat nulis nih story kayaknya ga sebanding dengan pengorbanan gua di bidang lain

Karena gua fokus ke IT, akademik gua jatuh, gua yang biasanya selalu menjawab pertanyaan guru dengan semangat dan lumayan cerdas, dua bulan terakhir ini gua jarang jawab, gua berlindung di balik idealisme gua, yaitu Just Answer Good Question, with Good Answer

Gua jadi penakut buat menjawab, gua jadi males buat menonjolkan diri… dan gua bersembunyi di balik idealisme gua itu, padahal gua juga punya idealisme There is no stupid question, tapi 2 bulan terakhir idealisme yang ini kurang gua implementasikan… I fall again

Gua notice semangat akademis gua jatuh itu gak langsung setelah gua memutuskan fokus ke IT aja, tapi gua notice sejak 2 minggu terakhir, gua biasanya akan menganalisis dan menjawab ertanyaan guru geo gua, tapi dua minggu terakhir gua tidur tiduran saat jam pelajaran, bukan hanya di geo, tapi di semua mapel

Dan kembali ke Bali Pintar, flash back dulu ke hari seleksi sekolah, di h-1 hari seleksi gua menunggu kepastian jadwal seleksi di grup line, dan saat jam udah menunjukan pukul 1 pagi lebih, gua memutuskan untuk tidur

Biasanya gua gak tidur jam segini, biasanya gua tidur jauh lebih larut mungkin jam 2 pagi atau lebih, gua juga gak menyetel alarm… sekarang gua berpikir, mungkin waktu itu gua sengaja supaya gua bisa menghindari seleksi dengan alasan guru gua telat ngasih pengumuman, dan gua ketiduran

dan saat gua baru aja tidur-tiduran, ada pesan line masuk, yang mengatakan kalau seleksi akan tetap dilaksanakan besoknya jam 11 siang… tapi mungkin aku memang mencoba menghindar terlalu keras, aku menutup HPku, dan melupakannya dengan sengaja

Besoknya aku bangun jam 11 lebih, kubuka HPku dan kulihat teman-teman grup lineku sedang ribut ttg tes hari ini, akupun mengirim pesan ‘Seleksinya udah mulai ya?’ , sekali lagi keraguan gua muncul, gua ragu antara mau ikut atau engga, sebagian diriku mau ikut, tapi sebagian lainnya TERLALU TAKUT dan menyuruhku menghindarinya

Sadar gak? Aku hanya mengirim pesan dan bertanya, dimana seharusnya aku bergegas ke sekolah dan mengikuti tes, bukannya duduk menunggu balasan… aku tau waktu itu pasti tidak akan ada yang menjawab sampai tesnya selesai… aku menghindarinya… I fall

dan sebulan terakhir , ada tanteku datang, aku sangat sibuk dengan berbagai urusan rumah dan agama dan sekolah hingga aku tak sempat mempelajari IT yang mana merupakan keputusanku yang seharusnya aku fokus…  bisa dibilang aku membuat sebuah KEPUTUSAN untuk menghindari Bali Pintar, tapi aku juga menghindari keputusan itu … fall even deeper

dan tadi pagi, 14 Agustus… temen-temenku yang lolos seleksi Bali Pintar sekolah pergi ke perlombaannya… aku mencoba men-justifikasi ketidaksertaanku dengan mereka(Padahal kalau aku mau, itu bukan hal yang sulit) di kelas… dan parahnya karena banyak jam kosong hari ini, aku menyalahkan diriku sendiri karena ga ikut, tapi juga menjustifikasikan ketidakikutanku dengan alasan ‘itumah cuma politik’, ‘aku sudah memutuskan untuk fokus ke satu bidang saja’, ‘siapa juga yang peduli, kan?’, ‘kalaupun aku ikut, aku palingan gabakal dapet’, dan banyak lagi

basicly I give myself a -1 poin, then add a 1 poin … I’m not going anywhere… sad…

dan malamnya, aku bertanya pada salah seorang temenku yang ikut, katanya ada dua yang berhasil meraih nomor 4 dan 6, dan mendapat uang 7 dan 5 juta…

disinilah aku jatuh ke point dimana kejatuhanku sudah terlalu dalam, aku tak tahu masih sangupkah aku untuk jatuh lagi

I fall again, again, a small rises, fall, fall, fall even deeper, fall to the point that I can’t handle to fall again

Disinilah aku merasakan penyesalan, tetapi juga perasaan lega

Aku menyesal aku tidak mengikuti perlombaan itu, aku gagal sebelum mencoba, aku gagal karena kemalasanku, aku gagal PADAHAL SEHARUSNYA AKU BISA, aku gagal…

Aku lega, karena semua bebanku selama 3 bulan ini(Juni-Juli-Agustus) akhirnya hilang, aku lega karena aku jatuh, aku lega karena aku tak sempurna, aku lega karena aku sadar membutuhkan seseorang disampingku disaat seperti ini, baik keluarga maupun kawan… atau pacar mungkin…/?/

Aku lega bebanku sudah hilang, aku lega aku bisa menulis ini di blogku, aku lega aku bisa menghancurkan idealisme yang ingin kuhancurkan dengan alasan ‘Idealismeku itu… terlalu memanjakanku’, ‘Idealisme itu, menyebabkan aku gagal’, ‘Aku tak ingin gagal di semester 3 ini, aku harus menghancurkan idealisme ini’

Aku menemukan motivasi untuk belajar lagi, atau setidaknya untuk TIDAK MENGHINDAR…. because I study is kinda imposible

Aku sendiri juga masih bingung, apakah keputsanku untuk fokus ke satu bidang itu salah atau tidak, tapi kurasa akan kuscrapt saja untuk saat ini, maksudku… aku kan masih muda, aku bisa mempelajari semua itu, I mean, I did it previously, why can’t now?

Bukan berarti keputusan itu salah, tapi aku juga tak tau apakah keputusan itu benar… aku tak tahu aku kesal kepada diriku, aku iri pada mereka, atau aku hanya ingin uang untuk membeli hp baru… I don’t know… but I think I will let it be like this for little while for now …

just remember that feelingwhen you failwithout even trying



I will, kuharap kekesalan ini bisa  kujadikan bahan bakar motivasi untuk menuju cita-citaku nanti …


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *