Automasi Tipografi Abjadifikasi Terintegrasi

Hai namaku hari Anugrah jadi tadi sore aku mau baru saja berpikir, nggak sih sebenarnya aku sudah lama memikirkan untuk membuat sebuah aplikasi yang melakukan image Processing
Sebenarnya aplikasi yang pertama yang ingin kubuat itu adalah aplikasi yang mengubah sebuah gambar yang memiliki warna utama hitam dan aksen putih, contohnya adalah logo Hari Anugrah
Mengubah semua pixelnya dengan gambar-gambar dari albumku atau sejenisnya jadi daripada mempergunakan pixel Aku memikirkan untuk mempergunakan gambar sebagai pixel
Tapi entah mengapa aku malah memilih untuk membuat automasi tipografi abjadifikasi, bingung? ya aku membuat namanya dengan mengada-ada
inti dari aplikasi ini adalah mengganti setiap 8 kali 12 pixel dari sebuah gambar source dengan sebuah karakter abjad
dimana dilakukan perbandingan jika digambar sumber pixelnya berwarna hitam atau channel alpha bernilai 0 maka karakter yang dipergunakan adalah huruf kecil sedangkan jika pixelnya berwarna putih maka karakter yang digunakan berhurup besar
Ini baru versi Alfa dari aplikasi ini aku memikirkan untuk membuatnya memiliki lebih dari 2 depth(kedalaman warna), intinya adalah daripada memiliki huruf besar huruf kecil aku yang memiliki huruf kecil huruf kecil tapi agak besar huruf kecil lebih besar huruf sedang huruf sedang lebih besar huruf sedang sedikit lebih besar dan huruf besar dan sebagainya
Aku mempublish salah satu hasil proses gambar pertamanya ke Instagram hariangr tapi uniknya aku malah menghapus akun Instagram keduaku itu karena menurutku percuma, aku malah menguploadnya ke akun Instagram utama dan mengubah nama akun Instagram utamaku kembali menjadi hariangr(Sebelumnya hariarigra)
hal unik lainnya adalah ketika aku memutuskan untuk selesai dan tidur, Aku memikirkan apa yang mungkin bisa ku buat dengan basis aplikasi ini
Dan aku memikirkan satu hal yaitu membuat sebuah hardware untuk membantu orang buta melihat
Cara kerjanya adalah membandingkan warna atau kedalaman dari sebuah gambar mungkin mempergunakan dua kamera seperti cara kerja mata dan hasil data kedalaman tersebut dibawa ke sebuah hardware yang memiliki pixel berupa tonjolan yang akan dihubungkan ke kulit orang yang buta dengan begitu skin aku bisa membantu orang buta untuk melihat secara virtual kembali
ini hal yang unik bagiku karena saat memulai proyek ini aku tak memikirkan sedikitpun potensi untuk membantu orang lain ya walaupun membuat hardware yang memiliki piksel berupa tonjolan itu mungkin terlalu sulit untukku
hal ini membuatku mengingat kembali salah satu kata temanku Aldi, jangan terlalu meremehkan diriku sendiri karena mungkin saja aku membuat sesuatu yang luar biasa ketika aku merasa bahwa aku hanya just for fun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *